HOT NEWS

Written by Aqsa Working Group    PDF Print E-mail
Bebaskan Masjid Al-Aqsha Secara Berjamaah
Wednesday, 06 Dzulka'edah 1429
Wednesday, 05 November 2008 07:00

 

Liputan Seminar Internasional Al-Aqsha Haqquna

Bandung - Pada Seminar Al-Aqsha Haqquna Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Jawa Barat di Bandung Sabtu, 3 Dzulqa’dah 1429 H. / 1 November 2008 M. yang bertema “Aksi Nyata Mengembalikan Al-Aqsha ke Pangkuan Muslimin”, Taher Hamad, Sekretaris Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia menyatakan, secara historis Masjid Al-Aqsha adalah hak sah milik umat Islam. Karena itu membebaskannya dari cengkeraman penjajah Israel pun menjadi kewajiban umat Islam di manapun berada secara berjama’ah.
“Dengan berjama’ah maka akan muncul kekuatan hebat dari Allah. Sebab tangan Allah bersama al-jama’ah,” tegasnya.

DR Abdul Ghani Shamsudin, Presiden Sekretaris Ulama Asia Tenggara (SHURA) berkedudukan di Kuala Lumpur Malaysia menambahkan, pentingnya bergerak secara berjama’ah segenap komponen umat Islam di dunia dalam mewujudkan solidaritas bagi kemerdekaan kawasan Al-Aqsha Pelestina dan sekitarnya.

Sementara itu, Ust. Ferry Nur, Sekjen Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) mengungkapkan, telah banyak berbagai aksi yang menyatakan dukungannya terhadap perjuangan Al-Aqsha dan Palesatina. Tinggal berbagai komponen gerakan tersebut saling menguatkan menghadapi konspirasi zionis.

“Diperlukan orang-orang berhati ikhlas, berjiwa takwa, dan berjuang sungguh-sungguh, di jalan Allah dalam memperjuangkan pembebasan Al-Aqsha,” tegasnya.

Menurut Herry Nurdi, Pemred Majalah Sabili Jakarta, orang-orang yang ikhlas dan sungguh-sungguh untuk membebaskan Al-Aqsha itu jumlahnya tidak banyak.


“Kita tidak butuh banyak-banyakan orang, yang kita perlukan adalah kesungguhannya,” kata penulis berbagai buku yang mengungkapkan sepak terjang Zionisme itu.


Ketua Umum Panitia Seminar, Sony Sugema,MBA mengatakan, kegiatan diselenggarakan sebagai kelanjutan Konferensi Internasional Al-Aqsha di Jakarta 21 Agustus lalu yang menghasilkan Deklarasi Jakarta untuk Pembebasan Al-Aqsha. Deklarasi Jakarta berisi tekad segenap umat Islam untuk bangkit secara berjama’ah membebaskan Al-Aqsha di bawah kepemimpinan yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ‘alaa minhaajin nubuwwah).


Turut hadir sebagai pembicara seminar, DR Budi Darmawan mewakili Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Prof. DR. Saleh Al-Katiri (Dewan Imaamah Jamaah Muslimin (Hizbullah), KH Yakhsyallah Mansur,MA (Mudir Ma’had Al-Fatah Bogor), KH Abul Hidayat Saeroji (Amir Majelis Dakwah Pusat Jamaah Muslimin (Hizbullah), Fahmi Lukman,M.Hum. (PP HTI), KH DR. Miftah Farid (Ketua MUI Bandung ), Ust. Muhammad Nuh (PKS Jabar), Husein At-Tamimi (PC Al-Irsyad Al-Islamiyah Bandung), KH Bukhari Muslim (DMI Bandung ), Ihsan Setiadi Latief,M.Si. (Sekum DPW Persis Bandung), dan Taufik Ridha (Pengamat Timur Tengah).* (www.aqsaworkinggroup.com)

Last Updated ( Thursday, 27 Dzulhijjah 1429 22:04 )
Comments (8)add comment

Nurhamid said:

Alhamdulillah, kapal khilafah telah berjalan. Semoga Allah mejayakan Jama'ah Muslimin (Hizbullah) imaam dan makmumnya dalam berjihad fi sabilillah.
July 16, 2009 | url

Nurhamid said:

Allahu akbar
July 16, 2009 | url

Yayan Nurdiansyah said:

Mari kita lakukan wujud nyata untuk kepentingan kaum muslimin sesuai dengan bidang yang kita kuasai...
Bismillahi... ALLAHU AKBAR!!
September 02, 2009

Syabbib Huda said:

Bukankah Orang-otang Palestina itu artinya Orang luar Jamaah Muslimin
October 12, 2009

Ihsan said:

Kepada segenap kaum mislimin di belahan dunia, mari kita bersatu dalam membebaskan mesjid al-aqsha. persatuan akan melahirkan sebuah kekuatan yang kokoh. tentunya bersatu dalam wadah yang di contohkan oleh Rasulullah yaitu dengan Berjamaah.
October 30, 2009

arif hizbulloh said:

aslm.
kita dukung dan teruskan jihad sepenuhnya
wsslm
November 14, 2009

Khad el Anwar said:

Sangat setuju bebaskan al aqsha secara kaffah (include Palestine)& bergerak secara berjamaah.Satu-padukan ummat,komunitas, gerakan dan tentu saja negara&pemerintahan Islam. Kenyataan bahwa Uni Eropa menolak pembahasan Palestina di PBB merupakan bukti-nyata bahwa EU,PBB bukanlah mitra yang baik.Apalagi Amerika jelas berada dibawah ketiak Yahudi. Mari berjamaah bebaskan al-aqsha, tinggalkan kebijakan2 PBB ( United Nation )yang cenderung merugikan islam dan kaum muslim.
November 18, 2009

Waskalih yadd said:

Yahudi Gilas Mahasiswa Palestina dengan Mobil Berulang Kali


Rabu lalu (02/12) TV 2 Israel menayangkan potongan rekaman aksi biadab seorang pemukim Yahudi yang menggilas seorang pemuda Palestina dengan mobil berulang kali, sebelum akhirnya mobil tersebut berhenti tepat di atas pemuda tersebut. Teriakan kesakitan pemuda Palestina itu membuat rekaman itu semakin mengiris hati yang melihatnya. Aksi keji ini terjadi di Hebron, sebelah selatan Tepi Barat, Palestina.

Kejadian ini terjadi di depan mata pihak kepolisian Israel, para aktivis Bintang David Merah yang mengurus ambulan, dan para hadirin lainnya. Situs infopalestina berbahasa Arab melansir, bahwa salah seorang di antara mereka meneriakkan kalimat dengan bahasa Ibrani yang artinya, "Lindaslah dia!" Sedangkan sebagian yang lain berusaha untuk menjauhkan kamera yang ada untuk menutupi aksi keji ini dari media.

Mahasiswa yang teraniaya tersebut bernama Wasim Usamah Maswadah (21). Ia seorang mahasiswa Universitas Yornania, spesialisasi menajemen. Kepolisian Israel menuduhnya telah melakukan serangan terhadap dua orang Yahudi di pemukiman Kiryat Arba di Hebron.

Walau status Wasim masih tertuduh, polisi Israel telah menembaknya 6 kali; 4 peluru bersarang di perutnya dan 2 lagi di paha kanannya. Setelah itu, pemukim Yahudi yang memiliki hubungan dengan dua orang pemukim Yahudi yang diserang tersebut, menggilas Wasim dengan mobil berulang kali.

Situs Aljazeera.net dan sumber lainnya menginformasikan, bahwa setelah kejadian itu Wasim Usmah dalam keadaan yang sangat kritis dengan luka yang sangat parah. Namun ia masih hidup.

Setelah kejadian itu, Wasim meringkuk di rumah sakit Hadasa Ain Karim, di kota Al-Quds. Ia dijaga ketat oleh tentara penjajah. Sedangkan keluarganya sama sekali tidak diberi izin untuk menjenguk.

Di pihak lain, pemukim yang melindas Wasim hanya diinterogasi sejenak oleh pihak kepolisian, dan kemudian ia dibebaskan. Saat ini pelaku tinggal nyaman bersama keluarga dan anak-anaknya. Sedangkan otoritas penjajah Zionis belum mengambil sikap, apakah akan menghakiminya, atau akan memposisikan kasus ini sebagai aksi "membela diri."

Kriminalitas Berulang yang Disokong Pemerintah Zionis

Ketua Badan Islam Kristen untuk Menyelamatkan Al-Quds dan Kesucian Syekh Taisir Rajab Al-Tamimi mengecam aksi keji ini. Beliau mengatakan, "Ini adalah kriminalitas biadab yang jarang terjadi dalam sejarah. Ini tidak mungkin terjadi kebetulan, tapi kekejian demi kekejian itu terjadi secara terencana, sebagai aplikasi setiap kata dari fatwa pendeta Yahudi radikal, yang menyeru untuk membunuh setiap warga Palestina dan orang Arab."

Syekh Taisir juga mengisyaratkan, bahwa telah terjadi lebih dari 600 kali tindak kriminal pembunuhan yang dilakukan pemukim Yahudi terhadap orang-orang Palestina. Kasus-kasus itu tidak dibawa kemahkamah kecuali 20 kasus pembunuhan. Hukuman terberat yang dijatuhkan kepada para kriminal itu hanya 6 bulan penjara, itupun eksekusinya tidak dilaksanakan!

Peristiwa Lama Berita Baru

Peristiwa keji ini sebenarnya telah terjadi pada 25 Oktober 2009. Namun baru hari Rabu sore lalu ditayangkan di TV 2 Israel. Awalnya, otoritas penjajah Israel melarang penyebaran rekaman vidio ini.

Koresponden Aljazeera di Al-Quds, Ilyas Kiram, mengatakan, "Ditayangkannya vidio ini oleh TV 2 Israel bisa jadi karena dua motif, pertama, adanya persaingan media antara TV 2 dan TV 10 Israel. Kedua, Israel berusaha menciptakan penyeimbangan berita aksi keji memalukan yang terjadi di depan kepolisian dan awak ambulan."

Upaya Menuntut Hak

Kepada koresponden Aljazeera, Ayah dari Wasim yang bernama Usamah mengatakan, bahwa ia tidak akan berhenti untuk menuntut hak anaknya. Ia akan mengajukan kasus ini ke mahkamah manapun dengan cara apapun.

Usamah sempat mengatakan, bahwa ia tidak mampu mengungkapkan apa yang terjadi pada anaknya, tidak diwakili oleh kata biadab dan keji. Ia tidak mampu mengungkapkannya, karena yang terjadi sangatlah menyakitkan. Hingga kini, ia tidak tahu bagaimana keadaan anaknya.

Hari Kamis lalu (03/12) Menteri Informasi Palestina di Gaza mengatakan, "Kejadian ini merupakan kejahatan perang baru, yang menambah panjangnya silsilah kejahatan perang dan penjajahan yang dilakukan Israel."

Di hari yang sama, Menteri Kebudayaan Palestina di Gaza meminta seluruh media menginformasikan kejahatan ini, untuk menguak silsilah kebiadaban penjajah Zionis Israel. (Sn/alj/infp/myj)
December 20, 2009

Write comment
smaller | bigger

busy
 

Maaf Kenyamanan Anda Terganggu

Anda Menggunakan Browser Internet Explorer Versi lama .

Hal ini Mempengaruhi kepada tampilan web ini? Tampilan ini akan senantiasa ada selama Anda belum mengupdate Browser Anda

.