Wednesday, 06 Dzulka'edah 1429 Wednesday, 05 November 2008 07:00 Komisi Muslim Internasional yang tergabung di dalam Konferensi Citizens International and Islamic Human Right Commission mulai menggalang Solidaritas bagi Pembebasan Al-Aqsha dan kawasan dunia Islam yang masih tertindas. Demikian disampaikan KH Yakhsyallah Mansur,MA, seusai mengikuti konferensi bertajuk “Roundtable Meeting Challenges and Opportunities Facing Muslims” di Penang, Malaysia, 26-28 Oktober lalu.
Yakhsyallah yang menyampaikan paper berjudul “Overview Jama’ah Muslimin (Hizbullah) and Real Action to Return Al-Aqsha to Moslem” mengatakan, pada pertemuan yang dihadiri sekitar 30 tokoh pergerakan Islam dari kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa disepakati perlunya menggalang aksi solidaritas bagi pembebasan Al-Aqsha dan kawasan muslim tertindas lainnya. “Problematika muslim tertindas di Palestina, Irak, Afghanistan, Somalia, Mindanao, Kashmir, Patani, dan sebagainya, Terlebih terhadap Masjid Al-Aqsha yang dijajah Zionis Israe, perlu dihadapi secara berjamaah oleh segenap komponen umat Islam,” ujar utusan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) dari Indonesia tersebut, didampingi Abdurrahman Sony Sugema. Sementara itu, Agus Sudarmaji, Chairman Al-Aqsha Working Group International Secretariat Jakarta mengemukakan, pada prinsipnya umat Islam harus bersatu di bawah seorang pimpinan sebagaimana dahulu kaum muslimin dipimpin Rasulullah dan Khalifah Rasyidin. Pertemuan dibuka SM Mohamed Idris selaku Chairman Citizens International dan Massoud Shadjareh selaku Chairman Islamic Human Rights Commission. Mohamed Idris dalam sambutannya mengharapkan, agar terjalin network internasional antarkomponen pergerakan umat Islam international dalam rangka mewujudkan kesatuan umat Islam. (aqsaworkinggroup.com).
Last Updated ( Friday, 21 Rabi'ul Akhir 1430 12:19 )
 |