Palestina dalam Sejarah : Palestina dalam Naungan Islam (Bagian 2)
PALESTINA DALAM NAUNGAN ISLAM
Berangkat dari penaklukan demi penaklukan yang dilakukan kaum Muslimin di seluruh negeri, berangkat dari pemahaman mereka terhadap ayat al-Qur’an,…Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-A’raf 128). Palestina adalah tanah suci yang diberkahi. Dia adalah tanah yang luas dan tempat isranya Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasalam. Dia adalah tanahnya para Nabi dan rasul. Disanalah tempat terjadinya perang-perang besar untuk mengusir kaum penjajah. Disanalah akan terjadi perang besar dengan bangsa Yahudi. Juga tempat dimana akan dikalahkannya Ya’juj dan Ma’juj dan dibununya Dajjal. Dialah tanah tempat dikumpulkannya seluruh ummat manusia dan tempat disebarkanya manusia. Oleh karena itu, Palestina adalah milik Islam dan kaum Muslimin sedunia. Bukan hanya milik bangsa Arab ataupun bangsa Palestina saja. Saat ini Palestina berada di ujung bahaya, setelah dipisah-pisahkan organisasi arab pada tahun 1948 M.
Setelah Palestina kehilangan satu pertiga terakhir dari wilayahnya tahun 1967 dan merubahnya menjadi masalah Palestina dan muncul resolusi pada tahun 1974 yang mengatakan bahwa organisasi pembebasan Palestina (PLO) adalah perwakilan resmi dan satu-satunya bagi rakyat Palestina dan bagi masalah Palestina. Dialah yang bertanggung jawab atas kemerdekaan Palestina. Semua media informasi rujukannya selalu berpusat pada organisasi ini. Bahkan sebagian bangsa Palestina, Arab dan kaum muslimin mengira bahwa masalah Palestina adalah masalah bangsa Palestina sendiri. Yang benar pemahaman yang selamat dan benar dalam masalah Palestina bahwa dia masalah ummat Islam. Sejumlah dalil menjelaskan semua ini, baik di dalam Al-Qur’an ataupun dalam hadits nabawi tentang tanah yang disucikan dan diberkahi ini. Dia adalah kiblat pertama dan kiblatnya para Mujahidin di buminya yang mulia.






